Fuad: Neraca Perdagangan Kaltim Surplus
SAMARINDA- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi
(Disperondagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Assadin mengatakanKalimantan Timur, memiliki kinerja export jauh lebih baik
dan merupakan penyumbang export utama ketiga, setelah Jawa Barat, dan
Jawa Timur.
" Neraca perdagangan Kaltim dalam 5 tahun terakhir terus
menerus mengalami surplus. Demikian pula bulan Januari maupun Februari 2020.
Ditengah situasi terpapar Covid-19," kata Fuad Assadin melalui Whatsapp,
Minggu (29/3/2020).
Ditambahkan, pada bulan Januari 2020, besarnya export Kaltim
sebesar US $ 1.242,97 milyar, dan Import hanya sebesar US $ 0,216 milyar,
sehingga surplus neraca perdagangan sebesar US $ 1.026,71 milyar.
"Demikian pula bulan Februari 2020, besarnya export US $ 1.185,85 milyar,
dan import sebesar US $ 372,05 juta, sehingga surplus neraca perdagangan
sebesar US $ 1.030,06 milyar.
" Nilai ekspor Nasional pada Januari 2020 masih sebesar
US$ 13,41 miliar, dibandingkan import sebesar US$ 14,27
milyar, maka defisit perdagangan Nasional Januari 2020 sebesar US $ 0,86
milyar. Namun Februari 2020, neraca perdagangan nasional mengalami surplus US $
2,3 milyar, karena nilai export Indonesia mencapai US $ 13,90 milyar
sementara import hanya US $ 12,2 milyar," paparnya.
Hanya saja, kata Fuad bila dibandingkan nilai bulan yang sama
pada tahun 2019, memang nilai export Kaltim bulan Januari dan Februari 2020 ini
mengalami penurunan rata-rata 7,63 persen. Pada bulan Januari 2019,
besarnya expor sebesar US $ 1.443,65 milyar, dan Februari 2019 sebesar US
$ 2.629,49 milyar," kata Fuad.
Ditambahkan, kinerja export Kaltim pada bulan Januari
dan Februari 2020, sebagian besar disumbang oleh batubara sebesar 79,85 sampai
76,75 persen, migas berkisar sebesar 11, 81 sampai 15,15 persen, dan non
migas non batubara 8,35 sampai 8,06 persen.
Dengan komoditi dan produk andalan selain batubara, CPO,
Kimia Anorganik, kayu, aneka produk kimia, kimia organik, ikan dan karet.
" " Beberapa komoditi yang mengalami tekanan diantaranya batubara,
kayu, dan bahan kimia lebih dari 10 persen, sedangkan lainnya lebih baik.
" Sayangnya sebagian besar export Kaltim, disumbang oleh
produk/komoditi primer seperti mineral dan batubara 91,19 persen, sedangkan
9,81 persen lainnya disumbang oleh, CPO 4,53 persen, pupuk 1,40 persen, bahan
kimia anorganik 1,29 persen, kayu 0,59 persen, dan produk/komoditi lainnya
hanya 1 persen," paparnya.
Fuad menambahkan, negara tujuan export utama Kaltim menguasai
pangsa 73,14 persen, masing-masing Tiongkok 23,01 persen, India 21,06 persen,
Jepang 15,94 persen, Malaysia 7,03 persen, dan Negara Taiwan (mar)